Pada pertengahan bulan Juli 2012
lalu, ada seorang anak yang memasuki sekolah baru. Ia memulai kehidupan baru di
sekolah yang baru, bukan pindah, tapi ia memasuki sekolah dalam jenjang yang
baru, yaitu SMP, tepatnya SMP N 1 Jepon. Dan anak itu adalah...... aku.
Banyak sekali kejutan-kejutan
yang tidak aku sangka terjadi di SMP ini, eit,, bukan kejutan hadiah lho. Oke
kalau mau tau, baca terus sampai tamat ya.
Ketika pengumuman PPDB
dilaksanakn, aku sangat terkejut, karena ternyata aku memperoleh peringkat yang
tidak kuduga, yaitu peringkat 5 dari kurang lebih 280 anak, aku sangat senang.
Setelah pengumuman itu semua anak dibimbing untuk memasuki ruang kelasnya
masing-masing. Ternyata aku ada di kelas 7E, kelas yang aku jadikan dasar dari
berbagai pengalamanku dalam mengarungi kehidupan di SMP N 1 JEPON itu (agak
lebay ya). Perubahan yang aku alami dari SD ke SMP sangatlah besar, besar....
sekali. Dari Erviana yang pemalas, menjadi Erviana yang sedikit mau meluangkan
waktunya untuk belajar. Hal itu didorong oleh perasaan kecewa, yang aku
dapatkan pada saat kelulusan SD, karena saat itu peringkatku menurun. Kalau
biasanya akau mendapat peringkat 3, saat itu aku memperoleh peringkat 4. Aku
tetap bersyukur atas peringkat itu, tapi perasaan kecewa tidak bisa kubohongi.
Mungkin itu adalah rencana Allah yang ternyata menyimpan perubahan yang sangat
besar dalam hidupku. Aku berusaha memperbaiki kembali nilaiku di sekolah baruku
ini. Waktu belajarku mulai aku tata. Aku ingin membuat perubahan dalam hidupku.
Singkat cerita, akhirnya hari
yang kutunggu-tunggu telah tiba. Hari itu kami menerima raport semester 1 dari
wali kelas kami, Bapak Bambang Sumarno. Wajah berharap-harap cemas tampak
terlihat dari semua teman-temanku. Termasuk wajah si penulis artikel ini. Saat
akan diumumkan, aku sangat cemas,,, berharap bahwa nilaiku tidak akan
mengecewakan lagi seperti saat kelulusan. Setelah diumumkan,,, DARRRR.....Aku
sangat tidak menyangka dengan nilaiku. Kalian tau??? Aku mendapat peringkat 1,
itulah pertama kalinya aku mendapat peringkat 1, rasa senang tidak bisa
kusembunyikan dari wajahku. Aku diberi banyak ucapan selamat dari beberapa temanku
sekelas. Dan, hal yang membuatku lebih senang lagi, aku mendapat peringkat 3
paralel, aku tercengang sejenak, karena hal itu tidak pernah kuduga sebelumnya.
Beberapa kali aku menanyakan dan meyakinkan hatiku, “iyakah??? Benarkah ini???”
ternyata benar, semuanya real.. aku terbayang dengan wajah gembira ibuku ketika
aku pulang nanti. Tanpa menunda waktu, aku tancap sepedaku dengan kencang.
Dalam perjalanan pulang, tidak henti-hentinya aku bersyukur kepada Allah SWT.
Dan ketika sampai rumah, aku lupa untuk menaruh sepedaku di tempatnya dulu, aku
langsung membawa sepedaku itu ikut menemui ibuku yang ada di ruang tengah.
Dengan kegiranganku aku peluk ibuku sambil memberikan kabar gembira ini, ibuku
sangat senang mendengarnya. :D
Lanjut ke semester 2, aku takut
kalau aku tidak bisa mempertahankan peringkat itu. Di semester 2 ini, aku mulai
kembali meningkatkan belajarku, meskipun begitu aku sama sekali tidak yakin
bahwa aku akan mendapatkan peringkat yang lebih baik dari semester 1. Kali ini,
raport akan diambil oleh orang tua murid, aku takut, karena jika nilaiku
menurun, orang tuaku sendiri yang akan menerima kabar itu, tapi Alhamdulillah
aku masih bisa mempertahankan peringkat itu. Aku sangat senang..
Oke, setelah kelas 7 tentunya aku
masuk ke kelas baru, yakni kelas 8, tepatnya kelas 8 C. Berbagai kompetisi mulai
aku perjuangkan di sini. Mulai dari lomba siswa berprestasi, LCC, sampai OSN
yang memberikan warna tersendiri dalam hidupku.
Pertama kali adalah lomba siswa
berprestasi. Ketika dipanggil oleh guruku, Ibu Emi Agustinawati dan diberi tau
bahwa aku yang kan mengikuti lomba ini sebagai wakil putri aku terkejut, takut,
senang, ah.. pokoknya campur aduk deh. Kala itu, aku mengikuti lomba bersama
temanku, Nifail Al Ahza sebgai wakil putra. Itu adalah pertama kalinya aku
mengikuti lomba di bidang akademis di SMP N 1 Jepon. Untuk persiapan menghadapi
lomba ini, kamipun melaksanakan pembinaan. Kami dibina di ruang khusus selama 1
minggu. Ada 5 mapel yang akan dilombakan dsini, yakni matematika, bhs.
Indoneia, bahas Inggris, IPA, dan IPS.
Akhirnya waktu satu minggu itupun
telah usai. Dan hari yang menegangkan pun telah tiba. Yakni adalah waktu
perlombaan itu. Lomba itu dilaksanakn di salah satu SMP di Blora. Aku merasa belum siap dengan
persiapan yang aku lakukan. Pertama kali kami melakukan upacara pembukaan. Oke,
setelah upacara pembukaan, kamipun memasuki ruang lomba. Kebetulan aku satu
ruang dengan temanku, Nifail. Perasaan tegang ini semakin menjadi-jadi. Tapi
aku berusaha untuk mengandalikannya. Ada 100 soal yang harus aku kerjakan dalam
lomba tersebut. Aku cukup kesulitan dalam mengerjakannya. Apalagi saat menemui
soal bahasa Inggris, pelajaran yang selama ini memang menjadi momok dalam
hidupku. Okelah, 2 jam itu telah usai,
selesai atau tidak selesai, semua pekerjaan harus segera dikumpulkan. Huh....
aku pasrah deh,,, aku tidak begitu yakin dengan semua jawabanku. Setelah lomba,
kamipun pulang dengan hati cemas, karena pengumumannya tidak langsung, jadi
kami harus pulang tanpa mengetahui pengumumannya terlebih dahulu. Penilaian
dalam lomba ini selain didasarkan pada nilai seleksi itu, juga didasarkan pada
nilai raport, dan piagam. Yah... itulah yang membuatku sangat takut, satu
piagam pun aku belum punya.
Okelah, saat di rumah aku
menantikan ada telepon yang masuk dari guruku yang mengabarkan tentang
pengumuman itu. Tapi tidak ada. Jika tidak ada berarti ya,,, aku kalah.
Beberapa waktu kemudian, aku mendapat kabar dari guruku bahwa temanku, Nifail
mendapat juara harapan 2 kala itu, dan aku,, sepertinya aku harus berusaha
lebih keras lagi, karena usahaku belum mampu untuk mendapatkan itu. Oke, well,
tidak apalah,, aku tetap bersyukur karena sudah diberi kesemptan untuk
mengikuti perlombaan itu, meskipun nggak menang sih. Karena aku tau, bahwa
dalam suatu perlombaan pasti ada yang menang ada yang kalah.
Pengalaman mengejutkan yang
selanjutnya adalah saat penerimaan raport kelas 8 semester 1. Raport diambil
oleh orang tua. Aku takut jika nilaiku tidak memuaskan. Tapi Alhamdulillah,
nilaiku kali ini tidak menurun, bahkan meningkat, begitu pula dengan
peringkatku. Aku mendapat peringkat 1 di kelas dan di paralel. Beberapa teman
dan guru memberikan ucapan selamat kepadaku. Aku merasakan sesuatu yang belum
pernah aku rasakan sebelumnya. Ibuku melihatku yang ada diluar kelas sambil
tersenyum. Aku sangat senang dan bersyukur atas karunia yang diberikan oleh
Allah ini. Aku tidak menyangka, karena sebelumya aku memprediksi bahwa mungkin
peringkatku akan menurun tahun ini. Tapi ternyata bukan. Seneng banget
rasanya....
Lomba kedua di bidang akademis
yang aku ikuti selama aku di smp ini adalah lomba LCC. Lomba ini terdiri dari 3
anak,yakni Mala, Fail, dan Alhamdulillah, aku bisa menjadi bagian dari regu
itu. Sama seperti lomba sebelumnya, kamipun menjalani masa pembinaan selama 1
minggu. Namun, menurutku ini agak lebih ringan dari lomba sebelumnya. Karena,
disini setiap anak dibagi untuk mempelajari bidangnya masing-masing. Dan disini
aku mendapat bagian untuk mempelajari IPA dan IPS. Meskipun bagian itu aku
anggap cukup berat untuk kuselesaikan dalam waktu 1 minggu. Tapi aku sudah
diberi tanggung jawab itu,, jadi ya,,, aku harus berusaha sebaik mungkin untuk
bisa menuntaskan materi itu.
Akhirnya saat-saat yang
menegangkan tiba, yakni saat lomba itu. Lombanya dilaksanakan di aula diknas
Blora. Lomba ini dilaksanakan dengan dua tahap. Tahap pertama adalah kita
mengerjakan soal secara langsung seperti biasanya (soal tertulis). Di babak
ini, aku tidak begitu merasa kesulitan, begitu pula dengan dua temanku,
sepertinya mereka juga sama sepertiku. Nah,, setelah itu kami memasuki tahap
kedua. Di tahap kedua ini, soal dibacakan oleh panitia dan kami menuliskan
jawaban dari pertanyaan tersebut. Nah,,, mungkin disinilah letak kejatuhan
kita.
Sama seperti lomba sebelumnya, kami
tidak bisa langsung menerima pengumuman pemenang dari lomba itu. Sehingga kami
harus pulang dengan perasaan was-was dan ahhh,,, pokonya campur aduk deh.
Setelah beberapa jam di rumah, aku mendapat SMS dari Bu Sulini bahwa kami tidak
masuk final. Kami mendapat juara 7, sedangkan yang diambil untuk final adalah 5
regu. “ah,,, tinggal sedikit lagi”, kataku ketika menerima SMS itu. Namun, aku
selalu berusaha untuk bisa menerima semua itu. Okelah,,, mungkin ini adalah
petunjuk dari Allah agar aku bisa berusaha lebih keras lagi.
Lomba yang ketiga lebiiiiiiiiih
seru lagi nih kawan, tapi aku nggak mau menceritakannya di sini, soalnya udah
panjang banget nih... kalau ada waktu, aku bakal nulis tentang pengalamanku
dalam lombaku yang ketiga ini, termasuk tentang pengalaman keluar kota untuk
yang pertama kalinya dengan usaha sendiri...